A Renewable World (Pembaharuan Dunia) [Indonesia]

A Renewable World (Pembaharuan Dunia) [Indonesia]

A Renewable World (Pembaharuan Dunia) [Indonesia]

Author:
5 Chapters Ongoing Status
Last Update August 17, 2022

A Renewable World (Pembaharuan Dunia) [Indonesia] is The Dasewasiacreation,The novel is mainly about"Ibu, apa hari ini Ibu masak Fedrise?""Fedrise, terus! Ya, enggak, lah! Hari ini Ibu masak Rawaniul.""Rawaniul? Mau buang-buang daging, ya?""Benar! Sekali-kali gak masalah, kan?"Seperti biasanya, makanan mewah, setidaknya bagiku. Ngomong-ngomong, kami sekeluarga melakukan ini seminggu sekali: Acara makan-makan setiap 7 hari. Nama yang aneh, namun itulah nama yang diberikan oleh Ibu. Aku juga menyukainya."Apa kau sudah memasak Taganya, Dany?" tanya Ibu."Sudah," jawabku singkat."Bagus. Sayang! Gimana dagingnya?" seru Ibu kepada Ayah yang berada di luar, sedang memotong daging."Masih dipotong!" seru Ayah dari luar."Cepat, lho!"Beginilah keromantisan antara kedua orang tuaku yang mereka tunjukkan sehari-hari. Entah mereka sengaja atau apa."Oh ya. Apa kau sudah menelpon Ashley?" tanya Ibu."Untuk apa?" balasku bingung."Apa maksudmu? Ajak makan sama-sama di sini, lah! Apa lagi?""Tapi, aku gak punya nomor ponselnya.""Hah!? Pacar macam apa kau ini? Udah, lah! Jemput aja dia!""Sekarang?""Sekaran Read Novel

Summary

A Renewable World (Pembaharuan Dunia) [Indonesia] is The Dasewasiacreation,The novel is mainly about"Ibu, apa hari ini Ibu masak Fedrise?""Fedrise, terus! Ya, enggak, lah! Hari ini Ibu masak Rawaniul.""Rawaniul? Mau buang-buang daging, ya?""Benar! Sekali-kali gak masalah, kan?"Seperti biasanya, makanan mewah, setidaknya bagiku. Ngomong-ngomong, kami sekeluarga melakukan ini seminggu sekali: Acara makan-makan setiap 7 hari. Nama yang aneh, namun itulah nama yang diberikan oleh Ibu. Aku juga menyukainya."Apa kau sudah memasak Taganya, Dany?" tanya Ibu."Sudah," jawabku singkat."Bagus. Sayang! Gimana dagingnya?" seru Ibu kepada Ayah yang berada di luar, sedang memotong daging."Masih dipotong!" seru Ayah dari luar."Cepat, lho!"Beginilah keromantisan antara kedua orang tuaku yang mereka tunjukkan sehari-hari. Entah mereka sengaja atau apa."Oh ya. Apa kau sudah menelpon Ashley?" tanya Ibu."Untuk apa?" balasku bingung."Apa maksudmu? Ajak makan sama-sama di sini, lah! Apa lagi?""Tapi, aku gak punya nomor ponselnya.""Hah!? Pacar macam apa kau ini? Udah, lah! Jemput aja dia!""Sekarang?""Sekaran Read Novel

User Comments

    no comments
Comment(0)
  • 1 2 3 4 5
Please say something first